Subscribe Us

header ads

Pembangunan Pemasangan Warning Light, Diduga Menggunakan Besi Banci Tak Sesuai Spesifikasi dan Minim Pengawas

SERANG, delikhukum.com Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Warning Light di Zona Selamat Sekolah, Yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Banten. Pelaksana proyek adalah PT. Curug Kembaramas. Dengan Nilai kontrak Rp 1,79 miliar.

Proyek ini mencakup lokasi di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. yang bersumber dari dana APBD (TA) Tahun Anggaran 2025, diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).


Pantauan awak media saat dilokasi menemukan sejumlah kejanggalan seperti Besi Tulangan cakar ayam pondasi untuk tiang PJU menggunakan besi banci, para pekerja pada nyeker dan pelaksana proyek maupun konsultan pengawas tidak ada dilokasi pekerjaan. Ini menimbulkan pekerjaan diduga curi curi spesifikasi dan minim pengawasan baik dari pihak pelaksana maupun konsultan pengawas.

Saat dikonfirmasi mandor proyek mengatakan untuk ukuran besi tiang cakar ayam untuk pondasi menggunakan ukuran besi 12 mm dan besi cincin atau ring menggunakan besi 10 mm, Untuk tinggi 120 meter dan lebarnya 50 centimeter.


" Saya sebagai mandor dilapangan kalau untuk pelaksana proyek namanya pak Wira, tapi orangnya gak ada disini pak. Kalau Besi cakar ayam untuk pondasi tiang lampu menggunakan ukuran besi tiang 12 mm dan besi cincin atau ring 10 mm," ujarnya.


Kejanggalan yang di temukan di lokasi proyek sebagai berikut :


•Besi yang digunakan untuk cakar ayam pondasi tiang PJU hanya 11.5 mm padahal harusnya 12 mm 

•Besi yang digunakan untuk cincin atau ring hanya 9.0 mm pedahal seharusnya besi 10 mm 

•Para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)


•Pelaksana proyek maupun konsultan pengawas tidak ada dilokasi pekerjaan 


•Papan informasi proyek tidak dipasang dengan semestinya ketika ditanyakan baru di pasang itupun hanya gantung di bak mobil pick up. 


Ukuran besi yang Tidak Sesuai Penggunaan diameter batang besi yang lebih kecil dari yang direncanakan dalam perhitungan struktural, dengan menggunakan material yang lebih murah atau berkualitas rendah akan mengurangi daya dukung dan kekuatan pondasi.


Tuntutan Warga dan Harapan Transparansi


Masyarakat meminta kepada Inspektorat Provinsi Banten untuk segera turun ke lokasi. Dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proyek tersebut. Jangan sampai dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, justru menjadi ajang penyimpangan anggaran atau korupsi terselubung.



Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak dari pengguna anggaran maupun Dinas Perhubungan Provinsi Banten. Yang dapat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi.


(Mijong)






 

Post a Comment

0 Comments