Subscribe Us

header ads

SDN Berani Pamarayan Memprihatinkan, Anggaran Pemeliharaan Sarpras Diduga Fiktif: Plafon Ambrol hingga Kelas Retak Dibiarkan

Delikhukum.com

Kabupaten Serang, Banten – Kondisi SDN Berani di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, memantik pertanyaan serius. Di tengah dugaan adanya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana, kondisi fisik sekolah justru tampak memprihatinkan. Plafon ambrol, dinding ruang kelas retak memanjang, kusen jendela keropos, kaca bolong, hingga halaman sekolah dipenuhi rumput liar.


Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan pada 7 Juli 2026, sejumlah bagian bangunan SDN Berani terlihat rusak dan diduga tidak mendapatkan perawatan secara bertahap. Cat dinding kusam, memudar, dan mengelupas terlihat di bagian belakang sekolah maupun ruang kelas. Lisplang bangunan tampak rusak, sementara sejumlah fasilitas dasar pendidikan dinilai tidak layak terus dibiarkan dalam kondisi seperti itu.


Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tidak digunakan sebagaimana mestinya. Bahkan, anggaran itu diduga hanya rapi dalam laporan administrasi, tetapi minim bukti hasil pekerjaan yang dapat dilihat langsung di lingkungan sekolah.


Jika benar terdapat alokasi dana pemeliharaan sarpras, publik berhak mengetahui secara terbuka berapa nominal anggaran yang diterima SDN Berani, digunakan untuk kegiatan apa saja, kapan pekerjaan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, serta mengapa kerusakan bangunan masih tampak di hampir setiap sudut sekolah.


Kepala SDN Berani saat dikonfirmasi mengakui bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana belum mencukupi kebutuhan sekolah. Ia menyebut jumlah siswa yang sedikit turut memengaruhi besaran anggaran yang diterima.


“Anggaran pemeliharaan sarpras tidak cukup untuk perawatan sekolah karena murid di sini sedikit. Waktu saya pertama kali pindah ke sini sampai nangis melihat sekolah. Pagar depan sekolah pakai bambu, mirip kandang kerbau,” ujar Kepala SDN Berani.


Pernyataan tersebut justru mempertegas perlunya audit dan pemeriksaan menyeluruh. Alasan anggaran tidak cukup tidak boleh menjadi tameng untuk membiarkan siswa belajar di bangunan dengan plafon ambrol, dinding retak, jendela rusak, serta lingkungan sekolah yang kumuh dan tidak terawat.


Dinas Pendidikan Kabupaten Serang diminta tidak hanya menerima laporan di atas meja. Pemeriksaan fisik bangunan, penelusuran dokumen penggunaan anggaran, serta evaluasi kebutuhan rehabilitasi harus segera dilakukan secara terbuka dan terukur.


Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran dan kondisi nyata di lapangan, aparat pengawasan internal pemerintah serta Inspektorat Kabupaten Serang perlu segera turun tangan. Jangan sampai dana pendidikan berubah menjadi angka formalitas dalam laporan, sementara siswa dipaksa belajar di tengah fasilitas yang rusak.


Sekolah bukan gudang tua yang boleh dibiarkan lapuk. Dana pendidikan bukan sekadar angka dalam dokumen. Setiap rupiah anggaran pemeliharaan harus dapat dibuktikan manfaatnya melalui fasilitas yang aman, layak, dan berpihak pada keselamatan peserta didik.Bila Anda memiliki nominal anggaran pemeliharaan per tahap dan tahun.

(Red)

Post a Comment

0 Comments