Subscribe Us

header ads

Revitalisasi SMPN 16 Kota Serang Rp2,4 Miliar Disorot, Dugaan Penyimpangan Spesifikasi dan Lemahnya Pengawasan Mengemuka

Kota Serang, Delikhukum.com Proyek revitalisasi SMP Negeri 16 Kota Serang yang berlokasi di Kelurahan Priyayi, Kecamatan Kasemen, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp2.499.878.000 tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.


Sejumlah temuan di lapangan memunculkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan, pengawasan proyek, hingga penggunaan anggaran negara yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan revitalisasi yang seharusnya mengedepankan mutu, keselamatan, dan transparansi.


Temuan di Lokasi Proyek


Berdasarkan hasil investigasi awak media di lokasi pekerjaan, ditemukan sejumlah indikasi yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, di antaranya:


- Pengawasan proyek oleh pihak sekolah selaku Panitia P2SP dinilai lemah.

- Area pekerjaan tidak dilengkapi pembatas atau police line, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan siswa yang masih beraktivitas di lingkungan sekolah.

- Besi yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

- Penggunaan semen merek Rajawali diduga tidak sesuai dengan harga satuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan anggaran.

- Papan Informasi Proyek (PIP) tidak dipasang sebagaimana mestinya dan hanya ditempel di pagar sekolah.

- Status serta sistem pengupahan pekerja dinilai tidak transparan dan belum jelas.

- Dugaan minimnya keterbukaan informasi kepada publik terkait pelaksanaan proyek.


Ketiadaan pengamanan area kerja menjadi salah satu perhatian utama. Pasalnya, aktivitas pembangunan berlangsung di lingkungan sekolah yang masih digunakan oleh siswa. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan apabila tidak dilakukan pengamanan sesuai standar keselamatan kerja.


Pengakuan Pekerja

Saat dikonfirmasi awak media, salah seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa penanggung jawab proyek maupun pihak sekolah yang terlibat dalam pelaksanaan revitalisasi tersebut.


"Saya tidak tahu kepala sekolah maupun ketua komitenya siapa. Saya hanya ikut bekerja. Untuk saat ini upah baru diberikan kasbon saja. Besi yang digunakan ukuran 8 milimeter untuk ring dan 12 milimeter untuk besi kolom. Semennya merek Rajawali. Kalau soal proyek, langsung tanyakan saja ke kepala sekolah," ujarnya.


Pernyataan tersebut semakin memunculkan pertanyaan terkait sistem manajemen proyek, pengawasan pekerjaan, serta transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari uang negara.


Kepala Sekolah Belum Berikan Klarifikasi


Untuk memperoleh informasi yang berimbang, awak media telah berupaya menghubungi Sarja, S.Pd., selaku Kepala SMPN 16 Kota Serang guna meminta klarifikasi terkait berbagai temuan di lapangan.


Namun hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun jawaban atas konfirmasi yang disampaikan. Sikap tidak responsif tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait pelaksanaan proyek revitalisasi yang saat ini sedang berjalan.


Perlu Pengawasan dan Audit Menyeluruh


Mengingat besarnya nilai anggaran yang mencapai hampir Rp2,5 miliar, publik berharap adanya pengawasan lebih ketat dari Dinas Pendidikan, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), serta instansi terkait lainnya.


Pemeriksaan terhadap kesesuaian spesifikasi material, pelaksanaan pekerjaan, penerapan standar keselamatan kerja, hingga penggunaan anggaran dinilai penting dilakukan guna memastikan proyek revitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan tidak merugikan keuangan negara.


Hingga berita ini diterbitkan, berbagai dugaan tersebut belum mendapat penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait. 

 (Tim/red)

Post a Comment

0 Comments