SERANG, Delikhukum.com — Kondisi sarana dan prasarana di SDN Inpres Sukamaju, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menjadi sorotan setelah tim media menemukan sejumlah kondisi bangunan yang dinilai memprihatinkan saat melakukan pemantauan langsung di lokasi, pada Senin 15 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terlihat adanya perbedaan kondisi yang cukup mencolok antara bagian depan dan belakang lingkungan sekolah. Pada bagian belakang gedung sekolah, sejumlah dinding tampak mengalami pengelupasan cukup parah hingga memperlihatkan susunan batu bata. Kondisi tersebut menimbulkan kesan bangunan kurang mendapatkan perawatan secara menyeluruh.
Selain itu, plafon di beberapa ruang dan titik bangunan juga terlihat bolong dan mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar serta berpotensi membahayakan apabila tidak segera diperbaiki.
Temuan lainnya menunjukkan bahwa perawatan sarana dan prasarana diduga lebih terfokus pada bagian depan bangunan sekolah yang terlihat rapi dan terawat. Sementara itu, kondisi bangunan di bagian belakang justru memperlihatkan kerusakan yang cukup mencolok. Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah.
Padahal, pemeliharaan sarana dan prasarana merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Penggunaan anggaran pemeliharaan juga diharapkan dilakukan secara efektif dan menyeluruh sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Meski setiap tahun terdapat alokasi anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, kondisi SDN Panosogan 1 yang memprihatinkan memunculkan dugaan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan dana pemeliharaan belum berjalan secara optimal dan perlu dilakukan audit menyeluruh.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN Inpres Sukamaju belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan tersebut maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah dan instansi terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang.
"Jangan sampai perawatan sarana dan prasarana hanya berfokus pada area yang terlihat publik, sementara bagian lain yang juga digunakan untuk kegiatan pendidikan justru dibiarkan mengalami kerusakan. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pemeliharaan menjadi hal yang penting untuk memastikan seluruh fasilitas sekolah tetap dalam kondisi layak."
(Jamhari)

0 Comments