Kotaserang,Banten|delikhukum.com
Ratusan Siswa/Siswi yang tercatat di sejumlah PKBM yang berada di Kota Serang perlu dipertanyakan. Pasalnya, diduga kuat merupakan siswa fiktif yang hanya untuk mendapatkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Sekolah (BOPS) demi keuntungan pribadi, sehingga diduga dapat merugikan keuangan negara.
Berdasarkan hasil penelusuran wartawan mendatangi langsung di beberapa lokasi PKBM tersebut. Namun, pemandangan yang terlihat sangat memperihatinkan bangunan sekolah nampak sepi, tidak ada guru dan tidak ada siswa. kenyataannya hanya terdapat satu ruang kelas yang digunakan, itupun satu unit rumah sederhana tanpa adanya fasilitas belajar mengajar yang layak
Bangunan sekolah tampak sunyi bahkan terlihat bangunan kurang terawat seolah tidak mencerminkan lembaga pendidikan yang memiliki ratusan peserta didik, padahal dalam data resmi pemerintah jumlah siswa yang terdaftar mencapai ratusan siswa. Angka yang sangat besar yang dimana seharusnya menunjukkan aktivitas pendidikan yang aktif dan berjalan normal. Numun fakta dilapangan justru berkata lain.
Saat dikonfirmasi ketua Rukun Tetangga RT dan warga sekitar mengatakan bahwa kalau kegiatan belajar mengajar PKBM dilaksanakan dilaksanaknnya hari apa mereka bilang tidak tau pasti, akan tetapi kalau PKBM itu ada.
"Kalau kegiatan belajar mengajar jarang terlihat terus orang jauh yang datang itu ke sini, terkait dengan kegiatan belajar mengajar PKBM jarang terlihat hanya pada waktu tertentu aja, " ujarnya.
Pernyataan ini semakin kuat dugaan adanya kejanggalan serius antara data administrasi dan kondisi nyata dilapangan. Pertanyaan besar pun muncul
Dimana ratusan siswa yang tercatat dalam data resmi mengapa kegiatan belajar mengajar tidak terlihat. Dan apakah lembaga ini benar benar aktif ataukah hanya aktif diatas kertas.
Hasil penelusuran awak media di beberapa yayasan seperti :
1>PKBM Fatmawati memiliki jumlah 214 Siswa diantaranya laki-laki 117 dan perempuan 97 Siswa
2>PKBM Daguina miliki jumlah 170 Siswa diantaranya laki-laki 105, perempuan 65 siswa
3>PKBM Insan Madani memiliki jumlah siswa 195 laki-laki 132 dan perempuan 63 siswa
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar tentang di mana dan bagaimana KBM dilaksanakan. Jika puluhan rombel hanya tercatat secara administratif tanpa dukungan ruang belajar yang memadai dan tanpa proses pembelajaran nyata, maka praktik tersebut berpotensi mengarah pada rekayasa data pendidikan
Abdul Kabir Albantani Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Banten saat di Hubungi melui Telpon Celuler ia Menegaskan," Dengan adanya hasil mintoring dan Inpestigasi Team di lapangan dengan adanya penemuan ketidak sesuaiyan Pelaporan Data Dapodik dan Sarpras yang kami suga Fiktif, maka kami meminta kepada pemerintahan Kota Serang yang membidangi pendidikan Non Formal agar segera turun ke Lokasi PKBM tersebut.
Dan apabila pihak Dinas Terkait tidak mengindahkan apa yang menajadi dugaan kami, maka dalam waktu dekat kami akan membuat pelaporan kepada Inspektorat Kota Serang, APH Dan Kejaksaan Negeri Serang.
Untuk memastikan supaya anggaran yang di gelontorkan pemerintah pusat kepada PKBM tersebut di pergunakan sesuai dengan peruntukannya,"tegas Abdul Kabir.
Hingga berita ini diterbitkan pihak PKBM belum memberikan keterangan resmi, Saat tim media mendatangi lokasi maupun kediaman pengelola, pihak sekolah tidak berada di tempat.
Kasus ini menambah daftar dugaan penyimpangan dana BOSP di wilayah Kota Serang. Publik kini mendesak aparat penegak hukum dan Inspektorat untuk segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini. Banyak pihak menilai, praktik manipulasi data dapodik fiktif bisa jadi hanyalah puncak dari gunung es persoalan korupsi di sektor pendidikan non-formal.
(Red/Tim)

0 Comments