Subscribe Us

header ads

Menu MBG di Yayasan Penggerak Pembangunan Indonesia Desa Kubang Jaya Diduga Korup, Makanan Seuprit, Dananya Kemana

Serang Banten.

Delikhukum.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Yayasan Penggerak Pembangunan Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Petir, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir Kabupaten Serang Banten. diduga sengaja mengurangi biaya anggaran menu MBG yang seharusnya diterima oleh para siswa.


Sejumlah guru kepala sekolah dan masyarakat menilai bahwa pengelolaan menu MBG oleh pihak SPPI di Yayasan Penggerak Pembangunan Indonesia tidak berjalan dengan baik. Dugaan tersebut muncul setelah tim media melakukan investigatif langsung kelapangan bahwa menu yang disalurkan kepada siswa dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan. Mereka menyatakan ada ketidaksesuaian antara alokasi anggaran food cost Rp10.000 per porsi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional dengan kondisi yang ada di lapangan.


Berdasarkan hasil investigasi awak media dilapangan menemukan beberapa kejanggalan yang dihimpun, paket makanan yang diterima siswa hanya berisi enam buah lengkeng, satu tempe, satu iris timun, satu potong ikan.


Neneng, wali murid di SMP IT, mengaku prihatin dengan menu yang diterima anaknya. Ia menilai sajian tersebut belum sesuai ekspektasi terhadap program MBG.


"Anak saya cuma dapat 6 lengkeng peot, 1 tempe, seiris timun dan sepotong ikan. Kalau disebut makanan bergizi rasanya kurang pas. Seharusnya lebih lengkap dan layak,” ujarnya kepada media Senin 20 April 26.


Menurut Neneng, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan agar kualitas serta variasi menu dapat ditingkatkan dan benar-benar mendukung tumbuh kembang anak.“Jangan sampai program gizi yang bertujuan untuk kesejahteraan peserta didik ini dikorupsi. Kami mendesak seluruh sektor terkait untuk secara serius mengawasi penyaluran MBG ke sekolah-sekolah, khususnya di wilayah kecamatan petir kabupaten serang, Provinsi Banten,” pungkas Neneng.


Ia berharap lembaga pengawas serta pihak berwenang dapat melakukan penelusuran secara objektif terhadap informasi yang berkembang, sehingga kebenaran terkait dugaan tersebut dapat diketahui secara jelas.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program MBG di Desa Kubang Jaya kecamatan petir terkait keluhan tersebut.

(Misra) 



Post a Comment

0 Comments